selamat datang di blog qu....wiwin_maniezz...hehe...

Rabu, 13 Januari 2010

ingatlah sahabat

jika qmu sedih ingatlah bhw qm msh pnya aq
jika nanti qmu bka
mtatetaplah ingatlah q
selama bntng msh menemani mlmmu
slma itu itulah
aqu ada
untukmu

sahabat . . .

sahabat tu seperti bintang

"sahabat tu seperti bintang di langit . .

"wlw jauh ia tetap bercahaya . .

"mesti kdang menghilang . .

"ia tetap ada

"ga mungkin dmiliki. . .

tapi . .

"ga bsa dlupakan . . .

Senin, 11 Januari 2010

perawatan kulit

Rutinitas Perawatan Kulit Sehat & Indah

Perlu diketahui, upaya menjaga keindahan dan kesehatan kulit bagi setiap orang, cara terbaik adalah dengan melakukan rutinitas perawatan kulit, setiap orang memiliki keyakinan yang berbeda-beda. Ada sebagian orang yang lebih senang melakukan perawatan dengan pergi ke salon. Sedang yang lainnya, melakukan perawatan rutin sendiri, dengan produk perawatan kulit pilihan masing-masing.

Jika berhubungan dengan perawatan pribadi, pasti setiap orang punya produk kepercayaan sendiri-sendiri. Namun berbeda dengan pemikiran kebanyakan orang, bahwa semakin mahal sebuah produk maka semakin bagus untuk kulit. Sebenarnya, akan lebih baik jika Anda memilih produk dengan mempertimbangkan keuntungan yang didapat bagi kulit.

Langkah pertama untuk menentukan rutinitas perawatan kulit, Anda harus mengetahui jenis kulit Anda terlebih dahulu. Tentukan apakah kulit Anda berjenis, kering, sensitif, normal atau berminyak. Mengetahui jenis kulit adalah langkah penting untuk memulai rutinitas, karena jika membeli produk yang tak sesuai maka tak akan memberi manfaat, bahkan mungkin malah jadi 'bencana'. Pada dasarnya, untuk mendapat hasil yang bagus, semua produk perawatan kulit harus disesuaiakan dengan jenis kulit Anda. Misalnya jenis kulit Andanormal, produk-produk yang perlu Anda pilih adalah untuk yang berjenis kulit normal.

Sedang yang paling utama dan paling utama dan penting dalam perawatan kulit adalah pembersihan. Menggunakan air yang terlalu panas atau terlalu dingin untuk kulit dapat menyebabkan kerusakan, jadi selama melakukan pembersihan pastikan Anda menggunakan air hangat. Ada tiga komponen dasar pembersih yang disebut wetting agents, itu adalah minyak khusus, air dan surfactants. minyak dan surfactants. membantu mengangkat kotoran sedang air berfungsi untuk membasuh kotoran. Alangkah baiknya dalam hal ini, Anda meluangkan waktu untuk memilih pembersih yang bekerja baik pada zat kimia dalam tubuh Anda.

Langkah kedua mengangkat sel-sel kulit mati dengan peeling. Mengangkat sel kulit mati bermanfaat dalam membantu proses pergantian sel-sel secara alami. Bagi Anda yang berjenis kulit normal dan berminyak setidaknya perlu empat sampai lima kali dalam seminggu melakukan peeling. Sedang untuk yang berkulit sensitif atau kering hanya butuh satu atau dua kali dalam seminggu.

Setelah mandi, sewaktu kulit masih dalam keadaan basah Anda perlu mengoleskan pelembab pada kulit. Tak peduli apapun jenis kulit Anda, pelembab merupakan hal penting untuk perawatan, meskipun itu untuk jenis kulit berminyak. Pelembab berperan penting dalam menarik kelembapan dari lingkungan kulit. Namun, terlalu banyak menggunakan pelembab juga dapat merusak kulit.

Langkah terakhir dalam rutinitas perawatan kulit adalah menggunakan tabir surya. Salah satu pilihan yang dapat anda ambil adalah menemukan pelembab atau lotion yang memiliki kandungan SPF atau UV Protection, jadi Anda mendapat dua keuntungan sekaligus lewat satu produk.

puisi cinta

R, I, N, D, U terangkai menjadi kata RINDU…

Mudah sekali untuk ditulis…mudah sekali ‘tuk dilafalkan…

Tapi tidak dengan rindu yang kurasakan ini…

Dera rindu ini begitu menyiksa…

Ingin kuungkapkan tapi tidak bisa…tidak tahu harus bagaimana…

Ingin berjumpa…namun tak bisa…tak ada kesempatan…

Ingin menelepon…namun lidahku selalu kelu saat suaranya terdengar manja…

Ingin ku sms…tapi jari ini terasa kaku ‘tuk mengetik kata-kata mesra…

Akhirnya aku hanya bisa memandang foto profil facebook-nya…

Menatap senyum indahnya disana…berharap rindu akan mereda…

Membaca update statusnya…berharap dia baik-baik saja…

Ingin ku beri comment…tapi tak ada nyali…

Kusadari dia bukanlah milikku…tapi milik seseorang…

Andai saja sedari dulu aku mengenalnya…

Mungkin saat ini ku masih pantas menulis puisi cinta untuknya…

khas bunga sakura

Sakura berasal dari kata "Saku" (bahasa Jepang yang artinya "mekar") ditambah dengan akhiran yang menyatakan bentuk jamak "ra". Dalam bahasa Inggris, bunga Sakura disebut cherry blossom.

Sakura merupakan bunga nasional negara Jepang yang mekar pada musim semi (awal April hingga akhir April). Bagi orang Jepang, bunga Sakura merupakan simbol penting yang kerap diasosiasikan dengan perempuan, kehidupan, kematian, sehingga kita dapat menemukan lambang bunga Sakura di mana saja di Jepang -pada barang-barang konsumen seperti kimono, alat-alat tulis dan peralatan dapur. Bunga Sakura juga merupakan simbol untuk mengekspresikan ikatan antarmanusia, keberanian, kesedihan dan kegembiraan. Sakura juga menjadi metafora untuk ciri-ciri kehidupan yang tidak kekal bagi masyarakat Jepang.

Kesempatan langka piknik beramai-ramai di bawah pohon Sakura untuk menikmati mekarnya bunga Sakura disebut o-hanami.

Pohon Sakura merupakan pohon yang tergolong dalam familia Rosaceae, genus Prunus yang sejenis dengan pohon plum, peach atau apricot, tetapi secara umum Sakura digolongkan dalam subgenus sakura.

Bunga Sakura

Warna bunga tergantung pada spesiesnya, ada yang berwarna putih dengan sedikit warna merah jambu, kuning muda, merah jambu, hijau muda atau merah menyala. Bunga digolongkan menjadi 3 jenis berdasarkan susunan daun mahkota:

  • bunga tunggal dengan daun mahkota selapis
  • bunga ganda dengan daun mahkota berlapis
  • bunga semi ganda

Pohon Sakura berbunga setahun sekali, di pulau Honshu, kuncup bunga Sakura jenis Someiyoshino mulai terlihat di akhir musim dingin dan bunganya mekar di akhir bulan Maret sampai awal bulan April di saat cuaca mulai hangat.

Di Jepang, mekarnya Sakura jenis Someiyoshino dimulai dari Okinawa di bulan Februari, dilanjutkan di pulau Honshu bagian sebelah barat, sampai di Tokyo, Osaka, Kyoto pada sekitar akhir Maret sampai awal April, lalu bergerak sedikit demi sedikit ke utara, dan berakhir di Hokkaido di saat Golden Week.

Setiap tahunnya pengamat Sakura mengeluarkan peta pergerakan mekarnya bunga Sakura Someiyoshono dari barat ke timur lalu utara yang disebut Sakurazensen. Dengan menggunakan peta Sakurazensen dapat diketahui lokasi bunga Sakura yang sedang mekar pada saat tertentu.

Ciri Khas

Ciri khas Sakura jenis Someiyoshino adalah bunganya yang lebih dahulu mekar sebelum daun-daunnya mulai keluar. Puluhan, ratusan, bahkan ribuan batang pohon yang berada di lokasi yang sama, bunganya mulai mekar secara serentak dan rontok satu per satu pada saat yang hampir bersamaan.

Bunga Sakura jenis Someiyoshino hanya dapat bertahan kurang lebih 7 sampai 10 hari dihitung mulai dari kuncup bunga terbuka hingga bunga mulai rontok. Rontoknya bunga Sakura tergantung pada keadaan cuaca dan sering dipercepat oleh hujan lebat dan angin kencang. Beberapa jenis burung dikenal suka memakan bagian bunga yang berasa manis, sedangkan burung merpati memakan seluruh bagian bunga.

Kesempatan langka piknik beramai-ramai di bawah pohon Sakura untuk menikmati mekarnya bunga Sakura disebut o-hanami. Saat melakukan O-hanami adalah ketika semua pohon Sakura yang ada di suatu tempat bunganya sudah mekar semua.

Di Jepang terdapat standar untuk menyampaikan informasi tingkat mekar bunga Sakura, mulai dari terbukanya kuncup bunga (Kaika), mekarnya 10% dari kuncup bunga yang ada di pohon (Ichibuzaki) sampai bunga mekar seluruhnya (Mankai). Bunga yang rontok segera digantikan dengan keluarnya daun-daun muda. Pohon Sakura yang bunganya mulai rontok dan mulai tumbuh daun-daun muda sebanyak 10% disebut Ichibu hazakura, sedangkan pohon Sakura yang semua bunga sudah rontok dan hanya mempunyai daun-daun muda disebut Hazakura.

Bunga dari pohon jenis Yamazakura mekar lebih lambat dibandingkan jenis Someiyoshino dan bunganya mekar bersamaan dengan keluarnya daun-daun muda.

tentang bunga sakura

Salah satu momen yang paling dinantikan banyak orang di kota ini adalah Festival Sakura(National Cherry Blossom Festival) yang digelar setiap awal musim semi untuk menandai mekarnya bunga Sakura. Tahun ini festival berlangsung dari tanggal 26 Maret sampai dengan 10 April. Karena musim semi tahun depan kemungkinan besar saya sudah kembali ke tanah air, tahun ini saya sengaja menyempatkan diri untuk mengabadikan momen ini untuk menambah koleksi slide saya tentang Amerika.

Sebagian kita mungkin bertanya-tanya apakah Sakura yang ada di Washington ini sama dengan Sakura yang ada di Jepang. Jawabnya, ya. Pohon Sakura atau Cherry Blossom yang sekarang menghiasi dan menjadi ciri khas kota Washington di musim semi memang berasal dari Jepang. Pohon-pohon ini dihadiahkan oleh rakyat Jepang sebagai tanda persahabatan kepada rakyat Amerika pada tahun 1912. Festival Sakura sendiri pertama kali diadakan pada tahun 1935 untuk memperingati penanaman pohon Sakura pertama yang dilakukan oleh Ibu Negara Helen Herron Taft dan Putri Chinda, istri dutabesar Jepang, pada tanggal 27 Maret 1912.

Tradisi festival ini sempat terhenti pada Perang Dunia II. Beberapa pohon sakura di kota ini bahkan sempat ditebang dan dirusak oleh orang-orang tak dikenal pada bulan Desember 1941 ketika Jepang membom Pearl Harbor . Festival ini dihidupkan kembali tiga tahun setelah Perang Dunia II berakhir dan menjadi tradisi hingga sekarang.

Meskipun pohon sakura bisa dijumpai di banyak sudut kota Washington, konsentrasi terbesar pohon ini ada di sekitar Tidal Basin, East Potomac Park di sepanjang Sungai Potomac dan Washington Channel, dan di sekitar Monumen Washington. Jenis-jenis sakura yang ditanam di sini banyak ragamnya. Yang paling banyak adalah jenis Yoshino dan Kwanzan Cherry (prunus x yodoensis dan prunus serrulata �Kwanzan�) yang berbunga putih cemerlang. Jenis-jenis lain seperti Akebono Cherry (prunus x yodoensis �Akebono�) yang berbunga merah jambu bisa juga dijumpai di sela-sela jenis yang pertama tadi. Konon semua pohon-pohon ini adalah keturunan langsung dari pohon-pohon yang sama yang tumbuh di tepian Sungai Arakawa di pinggiran kota Tokyo .

Memotret bunga sakura mempunyai tantangan tersendiri. Jenis-jenis sakura tertentu yang berwarna putih cemerlang sering menipu light meter kamera, terutama jika cuaca sangat cerah dan sinar matahari yang terik langsung mengenai bunga-bunga ini. Light meter kamera yang didesain untuk mendapatkan eksposure yang tepat (mid-tone gray atau 18% abu-abu)bisa membuat foto-foto sakura menjadi underexposed atau overexposed dan tidak kelihatan seindah warna aslinya.

Untuk mengatasi hal ini, ada beberapa trik yang bisa digunakan. Untuk close-up atau situasi di mana warna putih mendominasi bingkai (warna putih mengisi sekurang-kurangnya duapertiga bingkai), kita perlu menyesuaikan eksposure antara plus satu hingga plus dua stop (+1 s/d +2 EV). Penyesuaian ini perlu dilakukan supaya warna putih yang ingin ditampilkan tidak menjadi abu-abu. Sebaliknya, jika warna putih mengisi kurang dari seperempat bingkai, kita perlu menyesuaikan ekposure kira-kira minus setengah stop (-1/2 EV) supaya warna putihnya tidak menjadi overexposed. Saya menganggap cara ini paling sederhana dan mudah dilakukan dibanding cara-cara lain seperti melakukan pengukuran cahaya dengan menggunakan 18% grey card (yang sering lupa dibawa) atau dengan menggunakan spot meter.

Karena saya belum sempat menyeken slide dari hasil perburuan di festival sakura ini, foto-foto yang saya tampilkan di sini adalah hasil dari jepretan kamera digital point and shoot saya. Meskipun tidak maksimal, mudah-mudahan bisa memberi gambaran tentang objek-objek yang secara fotografis menarik untuk diburu.

tentang kota osaka

OSAKA

Osaka Castle di kota Osaka termasuk salah satu tempat favorit untuk ber-hanami. Para peneliti memperkirakan bahwa wilayah yang kini dikenal dengan nama kota Osaka telah dihuni manusia sejak sepuluh ribu tahun lalu. Sekitar abad ke-5, kebudayaan Timur telah diperkenalkan ke wilayah Jepang melalui Peninsula Korea lalu Osaka yang dikemudian hari menjadi pusat kebudayaan dan politik Jepang.

Pada abad ke-7, ibukota pertama Jepang didirikan di Osaka dan ia menjadi pintu gerbang kebudayaan dan perdagangan utama Jepang. Kemudian suatu saat sekitar akhir abad ke-12 kekuatan politik disana jatuh ketangan kelas pendekar perang dan Jepang mulai memasuki masa perselisihan sipil dan intrik muncul dimana-mana hingga menumbuhkan ketidakpastian masa depan rakyatnya.

Pada tahun 1583, Toyotomi Hideyoshi seorang penguasa dimasanya berhasil menyatukan Jepang dari masa kelam ini dan kemudian memilih Osaka sebagai tempat tinggalnya. Ia membangun Osaka menjadi pusat politik serta ekonomi Jepang. Puri Osaka atau Osaka Castle merupakan salah satu saksi bisu kemegahan masa itu dan menjadi bangunan terindah yang didirikan oleh Toyotomi Hideyoshi. Puri ini dikelilingi taman yang penuh pohon Cherry, Plum dan Sakura serta berbunga indah saat musim semi. Bunga yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat serta mengundang kekaguman para pengunjung saat ber-hanami.

Di abad ke-17 walalupun pusat kekuatan politik telah bergeser ke Tokyo, Osaka terus berlanjut memainkan peran yang penting dalam mengatur perekonomian dan distribusi barang di Jepang. Di masa ini pula kebudayaan kota berkembang pesat antara lain melalui lahirnya sekolah-sekolah yang dikelola pihak swasta dengan sistim pendidikan yang berbeda dari yang dilaksanakan oleh pemerintah dimasa itu. Melalui cara ini, cara berpikir terbuka dan semangat berwirausaha telah dipupuk dan menjadikan Osaka dikemudian hari menjadi suatu kota metropolis yang modern serta menjadi kota terbesar ketiga di Jepang.

Pada masa lalu, Osaka memang pernah menjadi pusat perdagangan Jepang. Kini, seiring dengan kemajuan jaman, sejak akhir tahun 1990an banyak perusahaan-perusahaan terkemuka memindahkan kantor pusat mereka ke Tokyo. Namun beberapa tetap mempertahankan tradisi berkantor pusat di Osaka.

JEJARING KERJASAMA

Walapun banyak perusahaan besar telah memindahkan kantor pusat mereka ke Tokyo, Osaka tetap optimis dapat berkembang maju seperti apa yang pernah diraihnya di masa lalu sebagai pusat politik dan ekonomi Jepang. Pemerintah setempat selalu giat menarik investasi lokal maupun asing untuk menanam modal di wilayah Osaka. Berbagai industri telah dibangun termasuk pusatpusat pendidikan tinggi semisal Osaka University, Kansai University dan Osaka Institute of Technology.

Agar Osaka tetap dapat berkembang seirama dengan kemajuan pembangunan dunia dan mempertahankan perdamaian masyarakat internasional, Osaka telah memiliki delapan sister cities dengan kota lain. Antara lain Chicago, Hamburg, San Francisco, Shanghai, Melbourne, Milan bahkan dengan Saint Petersburg di Rusia. Kerjasama ini difokuskan pada kegiatan olahraga, ilmu pengetahuan, budaya dan perdagangan.

Pada tahun 1998 telah didirikan pula kerjasama Friendship and Cooperation Cities dengan kota Budapest dan Buenos Aires untuk pertukaran informasi ditingkat pejabat kota khusus bidang promosi olahraga, masalah budaya dan lingkungan hidup. Mengingat Osaka memiliki pelabuhan laut yang dikunjungi sekitar 7.200 kapal luar negeri per-tahun dari sekitar 400 pelabuhan di 100 negara, maka hal ini telah menjadikan Osaka sebagai salah satu pusat perdagangan dan jasa container terpenting dunia. Pertahun pelabuhan laut Osaka diperkirakan dikunjungi 3.200 kapal laut pengangkut container barang. Guna meningkatkan kerjasama di bidang pelabuhan laut, telah dilakukankerjasama Sister Ports dengan tujuh pelabuhan laut mancanegara antara lain dengan Port of San Francisco, Port of Melbourne, Port of Le Havre, Port of Shanghai dan Port of Pusan.

Kerjasama internasional lain yang juga telah dibentuk adalah Business Partner Cities (BPC). BPC adalah suatu jenis kerjasama baru yang dibentuk oleh pemerintah lokal untuk mempromosikan dan meningkatkan hubungan ekonomi di kalangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Osaka dengan masyarakat dunia agar mereka lebih berorientasi internasional serta aktif meningkatkan perdagangan. Setidaknya telah dilakukan BPC dengan duabelas kota antara lain Hong Kong, Singapore, Bangkok, Kuala Lumpur, Jakarta, Seoul, Shanghai, Ho Chi Minh, Melbourne dan Tianjin. Nah, jika pembaca ingin mencoba meluaskan hubungan dagang, silahkan berkunjung ke Osaka. Siapa tahu hubungan perdagangan dengan Jepang dapat dimulai dari kota ini sambil berhanami.